Pelatihan Kebangsaan dan Kepemimpinan Tingkat SLTA Se-Kota Yogya

IMG_9352Sinergi Bangsa pada hari Sabtu-Minggu,(21-22/2/2015) menyelenggarakan Pelatihan Kebangsaan dan Kepemimpinan tingkat SLTA se-kota Yogyakarta. Pelatihan bertema “Sinergi Muda, Mengabdi untuk Negeri” diikuti 42 peserta dari dari 40 Sekolah Negeri dan Swasta yang berasal dari daerah Kota Yogyakarta. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Sinergi Bangsa ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bertempat di Kampung Labasan, Pakem, Sleman. Peserta Pelatihan Kebangsaan dan Kepemimpinan ini diberi materi terkait penguatan karakter bangsa melalui pembangunan mentalitas dan internalisasi nilai-nilai Pancasila.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan antara lain Pentingnya Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Diasma Sandi Swandaru,S.Sos, M.H. Diasma memaparkan terkait bagaimana pentingnya wawasan kebangsaan berbasiskan ideologi Pancasila. Pancasila sebagai dasar Negara telah lama diperkenalkan oleh Soekarno dalam Sidang Umum PBB pada tahun 1960.

Para peserta ditunjukkan suatu film singkat bagaimana Soekarno menawarkan Pancasila sebagai ideologi bangsa-bangsa dengan judul “to Build the World A New”. Diasma juga memaparkan aspek historis mengapa Pancasila menjadi dasar negara Indonesia. Berangkat dari realitas bangsa Indonesia yang beragam dan memiliki berbagai macam, Pancasila menjadi pilihan atas realitas masyarakat Indonesia yang majemuk menjadi ideologi dan dasar Negara Indonesia. Materi selanjutnya, membahas seputar Pemuda dan Problematika Kebangsaan.

IMG_9240Pada sesi ini para peserta diberikan pengantar dan pengertian seputar isu-isu penting pertarungan ideologi global yang terjadi di dunia. Berbagai krisis yang terjadi di zona Timur Tengah dan Afrika seperti krisis di Nigeria, Pantai Gading, Sinegal, Yaman, Tunisia, Libya dan Irak menunjukkan betapa menguatnya Negara-negara tersebut dalam kondisi konflik ideologis. Pertanyaan kritis yang diajukan oleh peserta apakah kita sebagai bangsa yang damai mau seperti negara-negara tersebut yang saat ini sedang berkonflik berebut kekuasaan dan generasi mudanya kehilangan masa depannya?

Setelah diberikan pengantar, para peserta dibuat kelompok menjadi 5 kelompok. Kelompok tersebut diberikan suatu kasus oleh tim fasilitator terkait persoalan kebangsaan apa yang urgen untuk dibahas dan menjadi perhatian para pelajar. Kedua, bagaimana mencari model terkait mengantisipasi terkait tantangan kebangsaan di antara generasi muda. Dalam diskusi kelompok persoalan yang muncul di kalangan generasi muda atau pelajar saat ini adalah terkait radikalisme agama yang masuk ke sekolah, kenakalan remaja seperti munculnya berbagai genk sekolah, dan apatisme pelajar.

Materi selanjutnya, peserta diberikan penegasan mengapa atau alasan apa kita harus cinta Indonesia yang dibawakan oleh Bebet Darmawan, Tim trainer Sinergi Bangsa. Selanjutnya, para peserta dibuatkan kegiatan Api Unggun yang menampilkan hasil kreativitas kelompok terkait kebangsaan yaitu nyanyian, teatrikal kebangsaan, fragmen terkait penyusunan teks proklamasi kemerdekaan 1945, dan berpuisi tentang “Aku adalah Pemuda Indonesia” Pada malam itu ditutup dengan berjalan di atas bara api. Pada Hari kedua,peserta diajak untuk peduli dan belajar untuk menerima.

IMG_9380Para peserta diminta bangun lebih pagi yaitu jam 05.00 dan kemudian diberikan orientasi untuk pergi ke pasar. Setiap kelompok diberikan uang Rp.10.000 untuk membelanjakan makanan bagi kebutuhan kelompok yaitu suatu makanan yang harus dibeli di pasar sekitar. Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya peserta memiliki rasa kepekaan sosial, kemanusiaan, dan rasa berbagi dengan anggota timnya untuk memanajemen uangnya bisa cukup untuk satu kelompok. Setelah peserta sudah membelanjakan uangnya di pasar. Peserta kemudian diminta kumpul dan diminta untuk menukar hasilnya. Setelah acara itu, para peserta diminta untuk mandi dan bersih-bersih dan ada sesi terakhir peserta membentuk Forum Pelajar Istimewa Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.