Seminar & FGD Guru Pkn dan Agama se-Kabupaten Klaten

IMG_2742Sabtu (18/04/2015) Sinergi Bangsa (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar & FGD Guru Pkn dan Agama se-Kabupaten Klaten dengan tema “Tantangan dan Prospek Pendidian Agama dan Pkn dalam Penguatan Karakter Bangsa di era Global”. Acara ini diselenggarakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang melibatkan para guru Pendidikan Kewarganegaraan dan guru Pendidikan Agama.

Peserta kegiatan ini adalah guru tingkat Sekolah Menengah Atas baik negeri maupun swasta. Globalisasi dan liberalisasi pendidikan telah membawa generasi muda masa kini telah kehilangan orientasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Persoalan globalisasi menjadi persoalan yang mendunia melanda kehidupan anak-anak muda di Indonesia. Selain, karut-marutnya pendidikan yang telah membawa arus ideologi global menyebabkan pendidikan kehilangan jati diri Pancasila.

Dalam Seminar dan FGD ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Dr. Zuly Qodir (staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dan Dr. Agus Maftuh Abegebriel (staf pengajar di UIN Sunan Kalijaga). Dr. Zuly Qodir membahas persoalan munculnya gerakan ideologi ekstrem yang telah mempengaruhi generasi muda untuk merasa tidak mengindonesia.

Persoalan ini muncul dan berkembang berangkat dari dua aspek utama yaitu pertama, persoalan kebijakan pemerintah yang cenderung membiarkan berbagai buku mata pelajaran khususnya agama yang justru menyemai benih intoleransi dan ekstrimisme secara radikal. Menurut Zuly, negara ini akan mengalami ancaman ideologis ketika terjadi pembiaran dengan munculnya buku-buku sekolah yang terbit dan disebarluaskan untuk menyemai benih intoleransi sebagaimana terjadi sekarang ini yaitu munculnya buku pelajaran Agama bagi SLTA yang mengajarkan intoleransi. Kedua, persoalan pengaruh dan infiltrasi ideologi dari luar yang mengajarkan untuk melakukan tindakan mereduksi karakter kebangsaan generasi muda Indonesia melakukan tindakan terorisme, jihad yang berdampak pada merugikan kepentingan bangsa dan negara Indonesia, dan kepentingan diri sendiri. Fenomena ini telah mempengaruhi generasi muda yang secara tidak sadar mereka terlibat pada tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Sedangkan, Dr. Agus menjelaskan bahwa persoalan munculnya berbagai ideologi asing yang masuk ke Indonesia merupakan dampak dari gerakan perlawanan yang terjadi di Timur Tengah. Indonesia menjadi tempat untuk pelampisan atas persoalan yang terjadi di Timur Tengah. Fenomena yang terjadi di Timur Tengah harus dicermati dan ditanggapi secara bijaksana bahwa Indonesia bukan negara yang memiliki karakter seperti di Timur Tengah tetapi memiliki kebudayaan yang bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama.

Rohadi, Guru SMA N 1 Bayat menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi di kalangan pelajar sekarang ini adalah menurunnya rasa nasionalisme di kalangan pelajar dan minat belajar yang kurang. Sehingga, perlu ada metode untuk memberikan pengertian kepada pelajar lebih menekankan pada pendidikan daripada pengajaran. Sumarno, Guru SMA N Karanganom menambahkan bahwa materi yang diberikan di Sinergi Bangsa akan dibahas dan didiskusikan ke forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan menjadi bahan bagi guru untuk dapat memberikan pemahaman dan pengertian kepada siswa supaya dapat tumbuh rasa nasionalisme dan mencegah munculnya ideologi asing yang masuk ke sekolah, tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.